Hidup bekerja dengan orang ada banyak sisi enaknya, namun tidak sedikit ada juga sisi tidak enaknya. Salah satu sisi tidak enaknya adalah penghasilan kita yang segitu-segitu saja setiap bulannya.
Salah satu jalan keluar dari penghasilan yang segitu-segitu aja adalah dengan membuka usaha sendiri.
Namun apa yang anda harus lakukan jika modal anda terbatas?
Ya,masalah modal seringkali menjadi sandungan pertama ketika seseorang ingin membuka usaha sendiri.
Tapi pada kenyataannya, banyak pengusaha yang sudah sukses sekarang ini ternyata berawal dari modal nol sebelumnya.
Bahkan karena kondisi modal dari nol itulah yang membuat semangat dan daya juang mereka menjadi lebih kuat dibandingkan dengan pengusaha yang modalnya sudah tersedia dan tinggal pakai saja tanpa resiko.
Justru dengan adanya resiko, Anda pun bisa termotivasi lebih kuat lagi untuk mengelola usaha Anda dengan sebaik-baiknya. Sama saja ketika Anda harus berlari ketika di kejar-kejar anjing, pastinya kecepatan lari Anda menjadi luar biasa cepat dibandingkan dengan lari biasanya.
Nah, Saran pertama saya adalah jangan mengajukan modal pertama dari bank.
Karena memang bank enggan memberikan pinjaman untuk membuka usaha, bank hanya memberikan pinjaman untuk mengembangkan usaha.
Saran saya yang kedua, cari dulu investor individu yang bersedia memodali usaha Anda. Yakinkan mereka dengan menyediakan penawaran usaha yang prospektif.
Jika Anda yakin bahwa usaha Anda akan berhasil, saya yakin Anda akan bisa meyakinkan investor bahwa usaha Anda ini memang menguntungkan. Tapi kalau Anda sendiri tidak yakin dan takut, maka investor pun menjadi takut.
Jika usaha ini sudah berjalan pak, jangan campur keuangannya dengan keuangan pribadi Anda. Ingat lho, usaha ini dibiayai oleh investor, Anda harus menjaga kepercayaannya dengan kinerja yang baik dan pertanggungjawaban keuangan yang jelas.
Untuk kebutuhan pribadi, jangan ambil seenaknya dari usaha, ambil gaji yang sifatnya tetap atau prosentasi dari omzet yang sudah disepakati dengan investor.
Selamat berusaha, sukses untuk Anda.
ahmadgozali-financial planner
blog comments powered by Disqus





