Salah satu “nikmat” dalam menjalani profesi sebagai seorang entrepreneur adalah Anda bisa mengembangkan kreatifitas yang Anda miliki, karena Andalah sang kreator dari bisnis tersebut. Hal itulah yang menarik minat banyak kaum muda untuk memilih jalur sebagai seorang entrepreneur, dibanding harus melamar ke sebuah perusahaan yang mapan.
nia-febrianaSeperti yang dialami oleh Nia Febriana, seorang pengusaha mudah kelahiran Kudus, Jawa Tengah, tahun 1983. Dengan memilih jalan hidup sebagai seorang pebisnis di bidang suvenir dan seserahan pernikahan, Nia kini bisa meraup omzet hingga Rp 140 juta per bulan.
Dengan kreatifitasnya pula, lulusan STT Telkom Bandung itu sukses menekuni bisnis pembuatan suvenir pernikahan dan tas ramah lingkungan di bawah naungan CV Griya Souvenia di Jakarta. Nia sudah merintis usahanya itu sejak 2005 lalu. Kini pangsa pasar Nia sudah lumayan luas. Bisnis suvenir Griya Souvenia sudah merambah berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, dan Bandung.
Bahkan Griya Souvenia juga telah memiliki satu cabang di Palembang, Sumatra Selatan. Dengan menjual produk suvenir dan jasa rangkai dan hias pernak-pernik pernikahan, Nia mampu memperoleh omzet lebih dari Rp 140 juta per bulan. Usaha milik Nia memang fokus pada pembuatan suvenir pernikahan, seperti untuk seserahan dan mahar. Menurut Nia, bisnis yang terkait pernikahan memiliki prospek bagus.
Agar bisa bersaing dengan produk sejenis, Nia berusaha menciptakan produk yang unik dan eksklusif. “Kami membidik konsumen yang sangat peduli terhadap momen spesialnya. Apalagi saya memang lahir dari orang tua yang memiliki latar belakang rias pengantin, jadi saya paham apa yang special bagi konsumen saya,” ujar Nia seperti dikutip dari Kontan Online.
Dengan memberikan suvenir yang cantik dan unik, Nia berharap, para tamu pernikahan menjadi terkesan. Agar variatif, setiap bulannya Souvenia menampilkan berbagai macam produk suvenir pernikahan baru. Bahan baku yang dipakai mulai dari kain hingga kayu. Dari bahan kain, Nia membuat tas, tempat pensil, toilet case, tempat tisu, dan lain-lain.
Adapun dari bahan kayu, Nia membuat berbagai macam miniatur, seperti miniatur becak, skuter, mobil VW, dan mobil kuno. Juga bentuk lain, seperti tempat pensil, tempat foto, serta kartu nama. Agar pelanggan puas, Souvenia juga memberikan layanan gratis packing plastik, pita, dan kartu ucapan terima kasih. Tak hanya menyediakan suvenir pernikahan, Nia juga melayani jasa rias seserahan dan mahar. Memadukan keterampilan merangkai dan jiwa seni, membuat Nia mampu menyulap mahar uang menjadi terlihat cantik dan mewah dengan tambahan hiasan bunga dan boks mika.
Selain itu, Nia juga menyediakan jasa merangkai dan menghias seserahan pakaian dengan biaya Rp 45.000. Dari berbagai jasa dan produk seserahan yang ditawarkan, Nia mengaku mendapatkan klien minimal 10 orang dalam sebulan. Tiap klien memesan minimal 5-15 kotak seserahan selain produk yang lain.
Untuk mengembangkan usaha, mulai 2008 lalu, Nia juga membuat tas ramah lingkungan berharga Rp 2.000 hingga Rp 50.000 per tas. Seperti juga bisnis pernikahan, saat ini kecenderungan akan produk ramah lingkungan juga semakin meningkat.
“Modal utama seorang pengusaha adalah kemampuan membaca kecenderungan pasar. Untuk itu, kepuasan pelanggan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Nia sendiri tidak mau menjadi karyawan dan lebih memilih membangun usaha sendiri karena berkeinginan membuka lapangan kerja. Selain itu, dengan menjadi pengusaha, Nia mengaku bisa memaksimalkan potensi kreativitas yang belum tentu bisa maksimal saat bekerja di sebuah perusahaan. Keinginan Nia membuka lapangan kerja pun terwujud. Saat ini dia telah mempekerjakan 13 pegawai di Jakarta dan 7 pegawai di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, dia juga mempekerjakan 13 pegawai lepas di Kudus untuk membuat suvenir.
Sebagai seorang pengusaha muda, Nia Febriana mengaku secara tidak langsung terinspirasi dari kedua orangtuanya. Lahir dari keluarga pengusaha, secara tidak langsung mempengaruhi keputusan Nia untuk menggeluti dunia bisnis. Sejak kecil, keluarga selalu mengajarinya bekerja keras dan cerdas. Bukan itu saja, orang tua Nia juga memberi teladan untuk tidak pernah menyerah kepada keadaan. Kemampuan Nia untuk membuat beragam suvenir pernikahan juga diperoleh dari kedua orang tuanya. Kebetulan, orang tua Nia memiliki usaha jasa rias pernikahan.
*ciputraentrepreneurship





