Anda pasti mengetahui, dunia on line saat ini bisa memberikan Anda apapun. Mencari keperluan bayi sampai bahan-bahan kue pun tinggal klik saja. So, persaingan sangat tidak saja di dunia nyata tapi sudah pasti di dunia maya juga demikian adanya.
Jadi, keunikan mutlak diperlukan. Kalau tidak ingin kalah bersaing. Agar pengunjung kembali datang dan meng”click” website Anda.
Profil yang satu ini termasuk yang “berani” terjun ke ketatnya persaingan di dunia maya yang tidak saja memperebutkan sekedar pengunjung yang iseng melihat-lihat tapi juga menjadi konsumen yang loyal di toko onlinenya. Ia adalah Rachmah Setyawati, pemilik dan sekaligus kreator cita rasa yang di Surabaya sudah terkenal dengan nama Kedai Rachmah.
Waktu yang Pas Menembus Pasar
10 tahun sudah berlalu sejak pertama Rachmah memutuskan berhenti bekerja. Ia ingin mencari kegiatan yang menghasilkan uang ketimbang bengong saja. Akhirnya ia memulai usaha snack box di rumah dengan metode pemasaran word of mouth. Efektif memang. Karena cita rasa tidak bisa dibohongi, begitu terbukti enak, langsung saja menyebar dari mulut ke mulut dan Rachmah pun mulai melirik pangsa pasar yang lain dan cakupannya lebih luas namun modal relatif tidak banyak. Dunia on line adalah jawabannya.
Saat itu, sekitar tahun 2006-2007, dunia internet, online shop, masih terbilang baru dan jarang ada pemain disana. Sungguh timing yang menguntungkan saat Rachmah memutuskan untuk ikut menangguk peruntungan di dunia online. Kalau penjualan secara retail saja berhasil, Ia melihat kemungkinan secara online pun akan berhasil.
Syukurlah instuisi bisnisnya tepat. Bisnis cake shop online-nya berhasil direspon dengan baik. Pesanan setiap hari ada saja. Dan berlangsung sampai hari ini. Rachmah melakukan dengan fokus dan tepat membaca selera pasar.
Kepuasan Pelanggan Hal Utama
Pencitraan berhasil ia bangun melalui cita rasa kue yang khas. Jadi, orang Surabaya misalnya, sudah tau begitu ingin mencari Durian Klappertaart , akan langsung merekomendasikan Kedai Rachmah. Selain itu, best seller lainnya adalah Japanese Cheese Cake dan Lapis Greentea.
Setiap proses hingga Kedai Rachmah mencapai eksistensi hari ini, sudah berhasil Rachmah lalui. Menurutnya, tantangan dan inovasi mutlak diperlukan dalam bisnis cake ini. “Sebuah proses yang menyenangkan dan saya nikmati, bagaimana saya dituntut untuk terus berinovasi dan mempresentasikannya dengan hiasan-hiasan cantik sehingga konsumen tertarik dan membeli, “ ujar wanita yang pernah berkarir di perusahaan ekspor Marmer ini dengan ramah.
Ditanya tentang suka duka dalam pekerjaannya Rachmah mengatakan bagian duka itu adalah proses. Dan meskipun susah ia nikmati sebagai bagian dari proses menuju hasil yang ia capai hari ini. “Semua susah rasanya terbayarkan begitu melihat pelanggan puas dan senang dengan kue yang kita buat, “ cerita ibu bersuara lembut yang pernah bercita-cita menjadi psikolog ini menuturkan.
Hanya saja yang boleh dikatakan kendala adalah masalah pengiriman. Mengingat ketika awal merintis usaha dulu ia harus menangani pengiriman sendirian dan dengan sepeda motor pula. Alhasil, kadang masalah terjadi pada saat perjalanan menuju tempat tujuan. Pernah suatu ketika, saat sedang mengantarkan snack box puluhan jumlahnya yg sudah tersusun rapi & cantik, tiba-tiba di tengah jalan saat parkir, sepeda motor terjatuh begitu saja, dan semua kue berantakan. Duuh sedihnya bukan main.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan tidak ingin mengecewakan pelanggan, semua kue tetap harus diganti hari itu juga dengan kue yang sama. Kadang, saat berada pada posisi bersalah seperti itu, ingin rasanya berhenti saja dari usaha ini.
Tapi dukungan suami tercinta, Ujang Abil, Rachmah bisa melewati itu semua, dengan selalu mengambil hikmah positif dari setiap musibah/kendala dan berusaha tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kendala pengiriman pun sudah bisa diatasi karena sudah ada beberapa alternatif jasa pengiriman kue/cake untuk sampai ke tangan pelanggan.
Maju terus ya Bu!





