Profil entrepreneur yang bersikeras tidak mau disebut entrepreneur ini memang lain daripada yang lain. Jerih payahnya dan jatuh bangunnya ia dalam membangun bisnis “make over” wajah orang menjadi "berkilau dan bening" sehingga membuat banyak pelanggannya merasa cantik menurut saya unik.
Bercakap-cakap dengan nya membuat saya seperti terhipnotis, karena ternyata untuk menghidupi diri sendiri itu ternyata bisa dari membahagiakan orang lain.
Loh, apa ya maksudnya?
Rieka Lutfi, itu nama perempuan kelahiran Bandung asli ini, sukses menangguk rupiah dari usaha telatennya dengan menjual aneka sabun kecantikan yang membuat orang lain, pria, wanita yang tadinya tidak percaya diri dengan penampilan terutama mereka yang bermasalah pada kulit menjadi pede tampil dan tentu hasil akhirnya adalah bahagia.
Berawal dari door to door
Tak ubahnya dan tak berbeda dari sales promotion girl yang menawarkan aneka produk kecantikan berbagai merek dari banyak produsen adalah awal langkah Ibu beranak dua ini. Panas, hujan, ditolak, dibanting pintu atau tidak dibukakan pagar oleh pemilik rumah sudah biasa ia terima.
Tapi bertahun-tahun keadaan itu ia terima dan jalani saja karena ia tau bahwa suatu saat hidupnya akan berubah dan tak akan seperti itu-itu saja. Maka setiap produk kecantikan dari berbagai produsen itu ia pelajari dengan telaten semua elemennya. Mulai dari kandungan di dalamnya, manfaat setiap produk dan mencoba ke dirinya sendiri tanpa ragu.
“Menjadi kelinci percobaan dulu sebelum menjualnya ke pelanggan, sehingga terhindar dari komplain yang serius jika ternyata ada pelanggan yang tidak cocok dengan salah satu produk, “ ungkapnya.
Rajin membaca artikel kecantikan dan akhirnya masuk sebagai asisten dari teraphis di sebuah spa terkenal di Bandung, ia jadi makin mengerti seluk beluk tentang dunia kecantikan, perawatan kulit wajah dan berbagai masalah yang kerap menjadi keluhan wanita.
Dari pengalaman bekerja di salon kecantikan/spa itu akhirnya Rieka mencoba untuk mandiri. Kebetulan memang salah satu therapist yang memiliki ilmu kedokteran spesialis kulit mengajaknya kerjasama untuk menciptakan satu produk kecantikan berupa sabun untuk dipasarkan secara hand to hand. Tanpa ragu ia pun menyambut prakarsa ini.
Awalnya kesulitan mendapatkan pelanggan, sebab, siapa juga yang berani membeli produk kecantikan tanpa merek terkenal dan hanya bermodalkan racikan? Tapi ia dengan telaten meyakinkan semua pelanggannya bahwa produknya aman karena ia sudah mencobanya sendiri. Ditambah bermodalkan ilmu dari si teman therapist dan juga ia berjuang untuk mendapatkan label aman dan dapat dijual dari departemen terkait.
Dari teman yang mencoba, atau ibu dari teman sekolah anak-anaknya, tetangga sampai akhirnya menyebar, perlahan produk kecantikan berupa satu rangkaian sabun kecantikan perawatan muka dan badan pun berhasil ia pasarkan dan laris manis bak kacang goreng.
Ada perasaan senang ketika melihat setiap pelanggannya berubah menjadi cantik, bersih, kulit berkilau dan mulus. Padahal awalnya begitu tidak percaya diri karena mengalami berbagai masalah dengan kulit muka.
Harga yang ia kenakan pun tidak mencekik leher atau selangit seperti banyaknya sabun kecantikan dan perawatan kulit muka serupa, melainkan seadanya saja karena ia jauh lebih merasa bahagia ketika melihat pelanggannya benar-benar mengejarnya dan setia menunggu produknya.
“Membuat banyak wanita menjadi lebih percaya diri nilainya jauh lebih besar daripada harga produk itu sendiri dan untung yang saya dapatkan, rasanya bagaikan mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik. “ celotehnya.
Jangan ditanya soal rupiah, kalau dulu ibaratnya ia harus berlelah payah dari pintu ke pintu, kini ia tidak perlu susah payah menjemput bola, karena tinggal menerima pesanan saja baik dari email, situs jejaring sosial dan tentu saja telepon genggam.Omzetnya sudah mencapai puluhan juta per bulan dari ratusan paket kecantikan yang ia jual ke daerah di Indonesia!Kini pelanggan setianya yang entah tau dari mana, ada yang memesan hingga ratusan paket dari luar kota Bandung, sampai ke ujung Kalimantan dan Sumatra.
Materi yang cukup ia kumpulkan dan akan terus ia kumpulkan untuk mewujudkan cita-citanya yang sebentar lagi akan diwujudkan, yaitu mempunyai salon/spa kecantikan khusus perawatan kulit muka.
Kunci bisnis yang lebih tepat disebut filosofi dari profil ini adalah , bahwa kesuksesan bukan dari materi yang segudang, atau deretan rupiah, tetapi dari perasaan bahagia karena bisa membahagiakan orang lain.
Hmm good, ada Ibu rumah tangga lain yang berminat mengikuti jejaknya? Menghasilkan rupiah cukup dari rumah saja:)





